Hari ini milis b2w (b2w-indonesia@yahoogroups.com)Beberapa waktu yang lalu ada yang campaign b2w di salah satu milis otomotif.. Dan ternyata ditanggapi seperti ini.

> —–Original Message—–
> From: otomotif-l@yahoogroups.com
> [mailto:otomotif-l@yahoogroups.com] On Behalf Of
> Sent: Thursday, August 24, 2006 4:19 PM
> To: otomotif-l@yahoogroups.com
> Subject: Re: [otomotif-l] [OOT] BESOK 25 Agustus 2006 -
> JAKARTA LAUTAN SEPEDA!!!
>
> bebas polusi ? enggak juga, malah ngisep polusi …
>
> Mungkin maksudnya, Jakarta bebas polusi, karena semua polusinya sudah
> dihisap sama yang naek sepeda. Begitu Oom :-)
> Jadi kalau si Oom mau menghisap udara bersih bebas polusi, tunggu aja
> sampai semua yang pakai sepeda itu lewat :-)

Ngakak gua.. asli.. ini pemikiran ngawur yang didasari ke-engga_tahuan seseorang dengan baiknya bersepeda. Nah, Om – Tante yang ngerasa nulis ini, ada sebagian tulisan ato tanggapan milis yang bisa buat bahan pemikiran.

Banyak orang yang skeptis dengan kegiatan Bike To Work (B2W). Mereka mengatakan bahwa melakukan B2W sama saja dengan bunuh diri karena tingkat polusi di Jakarta yang sangat tinggi, belum lagi lalu-lintasnya yang super macet dan semrawut seperti tidak ada peraturan yang berlaku.

Tidak salah bila orang-orang bersikap demikian, apalagi polusi Jakarta tercatat sebagai no. 3 tertinggi di dunia. Tetapi, apakah menurut Anda korban polusi hanya pejalan kaki, pengendara sepeda atau sepeda motor saja? Yang naik bus, taxi atau bahkan mobil mewah ber-AC tidak? Anda keliru!

Simak penelitian di bawah. Penelitian ini dilakukan di kota yang tingkat polusinya tidak separah Jakarta, tetapi penelitian mengenai perbandingan tingkat keracunan tetap dapat digunakan.

Differences in cyclists and car drivers exposure to air pollution from traffic in the city of Copenhagen.
Rank J, Folke J, Jespersen PH.
University of Roskilde, Department of Environment, Technology and Social Studies, Denmark. jr@ruc.dk

It has frequently been claimed that cycling in heavy traffic is unhealthy, more so than driving a car. To test this hypothesis, teams of two cyclists and two car drivers in two cars were equipped with personal air samplers while driving for 4 h on 2 different days in the morning traffic of Copenhagen. The air sample charcoal tubes were analysed for their benzene, toluene, ethylbenzene and xylene (BTEX) content and the air filters for particles (total dust). The concentrations of particles and BTEX in the cabin of the cars were 2-4 times greater than in the cyclists’ breathing zone, the greatest difference being for BTEX. Therefore, even after taking the increased respiration rate of cyclists into consideration, car drivers seem to be more exposed to airborne pollution than cyclists.

Jadi, kenapa B2W’ers lebih sehat?
Karena B2W’ers dapat memilih jalan-jalan alternatif yang tingkat polusinya lebih rendah. Karena B2W’ers relatif bebas dari kemacetan. Karena B2W’ers terus bergerak, sehingga oksigen yang dihirup akan lebih banyak dibanding mereka yang hanya duduk di mobil ber-AC atau berdesak-desakan di bus. Dengan bergerak, CO2 yang dihirup akan cepat keluar lagi dan digantikan oksigen baru. Dengan bergerak, lemak-lemak yang menumpuk juga akan terbakar lebih cepat, otot-otot dan reflek akan terlatih, sehingga otak dan stamina menjadi lebih baik.

Masih ragu? Silakan googling referensi-referensi di bawah ini. Sikap skeptis dan komentar negatif biasanya didasari ke-tidak tahu-an.

References

1. Carnall D. Cycling and health promotion. A safer, slower urban road environment is the key. BMJ 2000; 320: 888.
2. Mersy DJ. Health benefits of aerobic exercise. Postgrad Med 1991; 90: 103-7 and 110-2.
3. Kelley GA. Effects of Aerobic exercise in normotensive adults: a brief metaanalytic review of controlled clinical trials. South Med J 1995; 88: 42-46.
4. http://www.nationalcyclingstrategy.org.uk/Health.pdf
5. Rutter H. Modal shift. Transport and health. A policy report on the health benefits of increasing levels of cycling in Oxfordshire
6. Leeds cycling action group. Cycling and Health
7. Scully D, Kremer J, Meade MM et al. Physical exercise and psychological wellbeing. In MacAuley D (Ed.) Benefits and hazards of exercise. London: BMJ Books 1999.
8. Fentem PH. ABC of sports medicine. Benefits of exercise in health and disease. BMJ 1994; 308: 1291-5.
9. Joakimsen RM, Magnus JH, Fonnebo V. Physical activity and predisposition for hip fractures: a review. Osteoporosis Int 1998; 7: 503-13.
10. Rank J, Folke J, Jespersen PH. Differences in cyclists and car drivers exposure to air pollution from traffic in the city of Copenhagen. Sci Total Environ 2001; 279: 131-6.
—-

Jadi ? Ok.. tujuan saya untuk b2w sederhana.. Tiap hari secara rutin ngebakar kalori 200 – 300 kkal.. Secara kondisi tanpa naik sepeda, saya bisa dapatkan itu kalau saya jalan kaki, jogging, atau ikut fitness, dimana saya harus menyisihkan waktu lebih dan dana lebih. Kalau mau jogging ato naik jalan kaki pagi hari, harus bangun pagi, lalu olah raga, baru siap ke kantor. Kalau fitness ato aerobik, bisanya kalau pulang kantor, itupun harus keluar dana buat ke fitness center. Dengan bike-to-work, saya bisa berolah-raga sekaligus ke kantor. Pulangnya pun demikian. Untuk polusi udara, ada masker. Aman, jauh lebih baik ketimbang naik motor atau naik bis. Kenapa ? Karena badan saya bergerak, otot paru2, otot kaki, otot tangan (otot mata kalo ada cewe cakep :D ) bergerak tiap saya gowes. Paru2 saya keluar masuk O2 dan CO2. Walopun ada bis, bajaj, motor 2 tak pun, saya masih aman karena pakai masker. Tidak pakai masker pun, saya tinggal tahan napas barang 3-5 detik sampai kendaraan / biang polusi itu lewat, lalu saya nafas seperti biasa lagi.

Memang tantangan naik sepeda di Jakarta itu berat.. tapi, aah.. kalo ente udah doyan ngopi, begadang ama ngerokok.. cara paling nikmat buat olah raga.. ya bike-2-work.. mudah, relatif murah, irit bensin dan sekalian ke kantor … :-)