Salut.. Two Thumbs Up.. !! … Cuma itu yang bisa gua ucapin buat Om Iman Chandra atas kehebatannya buat b2w dari Bogor ke Jakarta pulang pergi !!.. Dahsyat man.. salut sama kegigihan beliau … Gak tau berapa puluh kilometer yang dia lewatin, yang pasti.. JAUHH !!!!…. Berikut email yang beliau kasih ke milis b2w.

Pergi, Bogor – Jakarta

Ahamdulillah, AKAP perdana terwujud juga

Alhamdulillah, terima kasih Allah, karena pagi ini saya bisa mewujudkan
mimpi yang sekian lama terpendam: genjot AKAP dari rumah di Bogor ke kantor
di Menara Jamsostek Gatsu. Hampir tidak percaya karena akhirnya bisa juga
sampai di kantor dengan selamat.

Diawali dengan beli backpack di Sekre B2W kemarin siang, sorenya kontak Om
Cank-Oot Rodex untuk barengan dari Depok, lalu malamnya menyiapkan backpack
plus laptopnya, pakaian genjot, sarung tangan, helm, cyclo, pokoknya semua
dipersiapkan matang-matang. untuk genjot hari ini. Tak lupa izin ke Yayang
untuk genjot hari ini. Tidur malam mimpinya penuh dengan sepedahan, tak
sabar rasanya menunggu Subuh datang.

Jam 4 pagi, seperti biasa Hafiz, anak ketiga saya membangunkan dengan
tangisannya, lalu periksa sekali lagi perlengkapan untuk genjot pagi ini.
Suah merasa OK, mandi lalu nunggu azan Subuh. Usai sholat Subuh, pamitan
dulu sama Yayang. Sempat ada pertanyaan dari Yayang, yakin mau genjot sampai
Jakarta ?? Insya Allah yakin, Yang. Sempat dinasihatin, untuk tidak terlalu
menggeber genjotan agar tidak kaget. Insya Allah Yang, genjotnya santai kok.

05.15 pagi berangkat lewat Cilebut, Bojong Gede, Pabuaran, Citayam, Depok.
Janjian ketemu Rodex jam 06.15 di Gerbatama UI. Sampai di UI 06.25, oopps
telat nih pastinya. Istirahat untuk minum, eh ada yang manggil Om sambil
bersepeda. Tapi kok sendirian ya. AKhirnya dicoba untuk menyusul Om yang
manggil tadi. Untungnya si Om berhenti sejenak untuk masang masker. Ketiak
dilihat, eh ternyata Mang Rio, tetangga saya di Vila Citra. Wah, benar-benar
tak disangka bisa bertemu Mang Rio di UI. Lalu lanjutlah kita berdua ke
Jakarta melewati Srengseng Sawah, lalu jalan kecil yang ada komplek
kuburannya, tembus-tembus di Pasar Minggu. Wah, Mang Rio memang mantap,
gak mampulah saya yang newbie ini mengejar Mang Rio. Akhirnya kami berpisah
dengan lambaian tangan saja, karena Mang Rio akan terus ke Pasar Baru.
Karena benar-benar newbie di Jakarta, akhirnya ikut saja menyusuri Jalan
Raya Pasar Minggu yang ampun-ampunan macetnya itu. Belok di Pancoran, kok
sepertinya melihat rombongan besar bersepeda melewati Pancoran.
Jangan-jangan ini halusinasi lagi, karena nafas sudah ngos-ngosan. Eh
ternyata benar, itu rombongan Rodex dan rombongan mana ya yang katanya
kumpul di Carefour MT Haryono. Merapat sebentar di dekat pintu keluar Tol
Mampang, salam-salaman, ketemu Om Supri dgn sepeda lipatnya, lalu akhirnya
tahu juga Om Cank-Oot setelah dikenalin Om Supri. lalu rame-rame lanjut ke
kantor masing-masing.

07.40 tiba juga akhirnya di Menara Jamsostek. Langsung ke parkiran motor
dekat food court di basement, parkirin sepeda, titip sama mas tukang
parkirnya, lalu ketemu teman-teman kantor yang lagi sarapan, semuanya pada
geleng-geleng kepala lihat orang ‘gila’ satu ini. Sarapan Indomie plus Milo
& Es Teh Manis, lalu mandi koboy di toilet dekat parkiran. Payah nih, belum
ada kabar mandi permanen, adanya cuma ember dan selang. Ya, lumayanlah bisa
semprot-semprot badan.

Selanjutnya barulah naik lift ke Lt. 15 dengan membawa peralatan genjot hari
ini, backpack plus helm, sarung tangan & masker. Di lift sempat ketemu
teman-teman kantor yang lagi-lagi geleng-geleng kepala. Sampai di Lt. 15,
semua yang berpapasan dengan saya, masih saja geleng-geleng kepala. He he,
aneh kali ya dalam pikiran mereka.

Selanjutnya mengetik email ini.

iIu saja cerita hari ini, maaf kalo kepanjangan, masih euphoria gembira nih
bisa mewujudkan mimpi yg tadinya hanya angan-angan.Belum mikirin pulangnya
nanti bagaimana, yg pasti saat ini mau nikmati dulu ‘kemenangan’ ini.

terima aksih untuk smeua yang telah membantu mewujudkan mimpi ini. Mang Rio
yang menjadi penunjuk jalan, janji dengan Om Cak-Oot yang membuat saya tetap
semangat menuju Depok, dan tentu Yayang yang sudah mengizinkan saya
bersepeda pagi ini,Om-om yang ketemuan di dekat pintu keluar tol Mampang, Om
Supri yang memberitahu kacamata say ayang lepas lensanya. Tak lupa,
backpack B2W yang setia di pundakku.

I love you all.

Salam,

Iman – Bogor
bangga menjaid bagian dari komunitas ini.

Pulang, Jakarta – Bogor.

Jakarta – Bogor malam ini, sebuah kisah

Pulang kantor sempat ke HI, tak ada siapa-siapa, lalu diarahkan untuk ke
Pasfes oleh Cank-Oot. Di Pasfes, satu persatu Marshall berdatangan, memenuhi
pelataran depan BSC. Setelah salam sana salam sini, foto-foto sebentar, lalu
bareng Rodex balik ke Bogor lewat Depok. Yang namanya Rodex ternyata
genjotnya lumayan kenceng. Walhasil, newbie seperti saya ini selalu
tertinggal. Setelah tertinggal cukup jauh di pintu gerbang masuk kota Depok,
akhirnya saya putuskan untuk single fighter meneruskan perjalanan ke Bogor.
Di daerah Pancoran Mas sempat tergoda untuk naik taxi saja, kebetulan ada 1
taxi parkir. Untung sopir taxinya tidak ada, sehingga mau tak mau harus
lanjut bersepeda.
Ada kejadian unik di Pancoran Mas Depok ini. Lagi asyik genjot eh
diberhentikan oleh seorang pengendara motor.Perasaan saya tidak melakukan
sesuatu yang membahayakan pengendar amotor tersebut, tapi kok dihentikan ya.
Eh ternyata, si pengendara motor itu memberikan segepok brosur Fun Bike
Bidakara yg barengan dengan Fun Bike B2W, katanya untuk dibagikan ke teman2
seklub saya. Saya bilang, wah Mas salah alamat kali ya, soalnya kami dari
B2W juga akan mengadakan funbike dalam rangka Gelar Pekerja Bersepeda
Nasional 2007. si Masnya mungkin gak enak hati kali ya, lalu ngeloyor pergi.
Lanjut ke perjalanan pulang, lihat jam di tangan sudah 09.30 malam, saat itu
sudah sampai di Citayam. Setelah istirahat sejenak, lanjut lagi ke Bojong
Gede, sempat lihat ada pilihan jalan, Cilebut atau ke Kemang/Semplak/Parung.
Karena lihat angkot yang ke Cilebut masih pada bermacet ria, ya dicobalah
jalur ke Kemang. Dan ternyata jalur itu melewati sebuah danau indah (Danau
Tonjong kali ya) dekat perumahan Billabong. Muter ke Kemang, lalu ikutin
jalan lurus, hingga akhirnya 10.30 malam sampai juga di rumah.

Badan masih pegel, tapi tidak mampu mengalahkan kebahagiaan saya di hari yg
paling bersejarah ini. Bogor – Jakarta – Bogor PP.
Mudah-mudahan tgl 7 Sept minggu depan, akan ada teman dari Bogor yang bisa
menemani perjalanan yang sama hari ini. Bagaimanapun, bersepeda dengan teman
tentu lebih menyenangkan ketimbang bersepeda sendirian di malam hari seperti
tadi.

Sekali lagi terima kasih untuk teman-teman Rodex yang sudah mengawal sampai
Depok, yg sudah memberikan lampu gratis untuk saya. Juga yang sudah SMS jam
11 malam ini untuk memastikan saya sudah sampai di rumah dengan selamat.

Terima kasih semuanya.
Tiba waktunya tidur, inginnya sih mimpinya tetap mimpi genjot sepeda. He he.

Salam,

Iman – Bogor

Om Iman… Hebat banget lu.. Salut gua.. ankat sepeda gua ama lu.. =))